Entri yang Diunggulkan

Sudah Ramai Online, Apakah Perpustakaan Desa Masih Berpotensi Diminati ?

Perpustakaan Desa, kata ini mungkin sudah mulai jarang terdengar di telinga Anda. Apakah Anda pernah sekali saja berkunjung ke perpustakaan ...

Ketika Inspirasi Datang di Perpustakaan Nasional

 “Heri mulai mencari ruang kosong sebagai perpustakaannya. Akhirnya, ia menemukan satu ruangan di sudut rumah sedang tak terpakai. Heri pun langsung merapikan ruangan tersebut dan menyulap kardus-kardus bekas menjadi rak buku, serta melapisi rak bukunya itu dengan kertas bergambar agar menambah kecantikan rak buku tersebut.” 

- Heriyanto, S.H.I. -

Ketika Inspirasi Datang di Perpustakaan Nasional

Heri seorang anak desa yang dibesarkan di lingkungan desa. Ayahnya seorang tukang jahit tinggal di sebuah desa bernama Sri Tanjung, berlokasi di sebuah titik di bagian tengah Sumatera Selatan. Ayah Heri menghabiskan waktu di mesin jahit untuk menyelesaikan pesanan langganannya setiap hari.

Masyarakat lain di kampungnya bekerja di berbagai profesi sebagai petani, pedagang, sopir dan guru. Di kebun mereka menyadap karet, di mana menyadap karet merupakan sebagian besar mata pencaharian masyarakat di kampungnya. Hasil sadapan getah karet dijual kepada pengepul untuk dikirim ke Kota Palembang.  

Meskipun orang desa tulen, janganlah Heri dipandang enteng. Karena Heri adalah orang yang mempunyai semangat yang kuat untuk maju. Baginya, asal ada kemauan yang keras pasti apa yang kita inginkan pasti bisa kita raih. Maka, setiap pulang sekolah, Heri habiskan waktunya untuk membantu ayah mengantarkan pesanan jahitan pakaian pelanggan ayahnya. Dan setiap hari dihabiskan waktunya untuk membaca buku tentang agama Islam selama satu jam di belakang rumah.

Sebagai anak pertama, Heri harus memberikan contoh bagi adik-adiknya yang diharapkan bisa berhasil di tanah rantau. Ketika melihat pengumuman tes CPNS dari Fasilitas Internet gratis di perpustakaan waktu ia menjadi seorang guru, namanya tertulis di pengumuman melalui Koran. Betapa bersyukurnya Heri karena diberi kesempatan oleh Allah SWT dan mendapatkan pekerjaan yang mapan. Kemudian Heri pun disibukkan dengan pemberkasan yang sangat melelahkan, hujan yang deras mengiringi langkahnya menuju Pulau Belitung untuk mengumpulkan berkas mendapatkan persetujuan NIP oleh BKN. Selama satu bulan ia menunggu kepastian, akhirnya yang dinantikan datang juga. 

Tepat tanggal 1 Januari 2010 Heri mendapatkan SK CPNS dan ditempatkan di suatu desa yang sangat jauh dari keramaian. Setelah melapor kepada kepala sekolah tempat Heri ditugaskan, ia bergegas mencari rumah dinas di sekitar sekolah karena tidak mempunyai biaya untuk mengontrak atau ngekos. Sang kepala sekolah menunjukkan salah satu rumah kopel satu pintu untuk tempat ia tinggal. Rumah yang tidak begitu cocok dan kurang layak huni untuk Heri tempati, WC dan kamar mandi tidak ada, begitupun instalasi listrik belum tersambung, pintu rumah pun darurat yang terbuat dari triplek bekas.

Pada awalnya terasa sulit baginya ketika berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan tempatnya bertugas dan dengan siswa khususnya, karena perbedaan bahasa dengan tempat tinggalnya sangat jauh. Sehingga di hari pertama bertugas terpaksa ia menggunakan Bahasa Indonesia. 

Waktu itu Heri ingat pesan orangtuanya di kampung ketika pertama kali menginjakkan kaki di rantau, bahwa tempat yang paling tepat untuk mengenalkan diri sebagai warga masyarakat baru adalah masjid. Bergegaslah Heri menunaikan Salat Zuhur dengan meminjam motor Kak Iwan di masjid desa tempat Heri bertugas. Setelah melaksanakan Salat Zuhur berjamaah dan seluruh jamaah bersalaman, Heri pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut bersalaman dengan jamaah lainnya.

Setelah dijalaninya bertugas di Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, tidak terasa masa kerjanya sudah 4 tahun mengajar di desa itu. Kemudian Heri dimutasi ke SMP di Kecamatan Gantung walaupun terasa berat untuk mutasi dikarenakan di tempat lama ia merasa sudah menyatu dengan masyarakatnya dan dianggap sebagai tempat kelahirannya sendiri. 

Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, jarak tempat tugas mengajar dengan Ibu Kota Kabupaten tempatnya mengajar sangat dekat sehingga hobinya berkunjung ke Perpustakaan Daerah Belitung Timur dapat tersalurkan. Setiap sore sepulang sekolah ia menyempatkan diri mencari bahan bacaan dan informasi tentang event lomba guru. 

Pada bulan Januari 2018 Heri mendapat informasi bahwa dinas pendidikan Kabupaten Belitung Timur mengadakan seleksi guru TK, SD, SMP berprestasi tingkat Kabupaten Belitung Timur. Di tempat tugasnya yang baru, ia mempunyai semangat baru untuk berkompetisi di ajang lomba guru tersebut. Semangat berkunjung ke Perpustakaan Daerah Belitung Timur setiap pulang sekolah pun Heri lakukan, mencari literasi buku-buku tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan buku-buku yang berkenaan dengan guru pun dibaca sewaktu berkunjung ke perpustakaan. Dengan tekad yang bulat Heri ikut Lomba Guru Berprestasi 2018 yang diadakan secara berjenjang, mulai dari seleksi di tingkat sekolah, tingkat kecamatan, kabupaten sampai ke tingkat nasional.
.......................
Kisah lengkap "Ketika Inspirasi Datang di Perpustakaan Nasional" dapat anda baca di buku Membumikan Literasi.
Membumikan Literasi


Belum ada Komentar untuk "Ketika Inspirasi Datang di Perpustakaan Nasional"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel